Berita  

Kutub Ilmu Dukung Program Penguatan Pancasila di Sekolah, Dorong Pelajar Kota Bogor Menjadi Generasi Berkarakter

Kota Bogor – Gagasan penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah yang disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, Hidayatulloh, S.P., M.Si, mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pendidikan dan kepemudaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hidayatulloh saat menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Gerakan Pembumian Pancasila Kota Bogor, yang membahas pentingnya revitalisasi nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, Hidayatulloh menekankan bahwa penguatan Pancasila tidak boleh berhenti pada aspek teoritis semata, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik melalui berbagai program pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Founder Kutub Ilmu, Zaki Romdon, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana dan inisiatif yang digagas Kesbangpol Kota Bogor. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial.

“Kami dari Kutub Ilmu mendukung penuh gagasan dan rencana program penguatan Pancasila di lingkungan sekolah yang diinisiasi oleh Kepala Kesbangpol Kota Bogor. Ini merupakan langkah strategis untuk membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kebangsaan yang kokoh, serta kesadaran sosial yang tinggi,” ujar Zaki Romdon.

Ia menilai bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi digital, maraknya intoleransi, hingga menurunnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi ruang utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan.

Menurut Zaki, penguatan Pancasila harus diwujudkan melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan dekat dengan kehidupan pelajar. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial perlu diterjemahkan dalam berbagai aktivitas pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas.

“Pelajar Kota Bogor jangan hanya mengenal Pancasila sebagai hafalan lima sila. Lebih dari itu, mereka harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, mengedepankan musyawarah, memiliki kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.

Ia juga berharap program tersebut dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas pendidikan, hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Zaki menambahkan bahwa pembumian Pancasila merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan semangat kebangsaan yang kuat.

“Pancasila harus hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam pidato dan dokumen. Ketika nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan oleh para pelajar, maka kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menjaga persatuan bangsa dan membawa Indonesia menuju kemajuan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, program penguatan Pancasila di lingkungan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kota Bogor yang berkarakter, toleran, nasionalis, serta siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Sumber: Seminar Gerakan Pembumian Pancasila Kota Bogor dan keterangan Founder Kutub Ilmu, Zaki Romdon.

 

#Pancasila #PembumianPancasila #KesbangpolKotaBogor #KotaBogor #PendidikanKarakter #GenerasiMuda #PelajarBogor #KutubIlmu #Nasionalisme #IndonesiaEmas2045 #WawasanKebangsaan #BogorBerkarakter

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *