BOGOR – Kota Bogor sukses menarik perhatian investor internasional. Perusahaan joint venture multinasional yang baru dibentuk yakni PT Entech Apco Environmental, sepakat untuk menempatkan dana investasi awal mereka di Bank Kota Bogor. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus komitmen nyata dalam membangun dan memperkuat perekonomian daerah. Perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara APCO Group, pemilik Pestigo, Perisai Bangsa, dan AJM yang dipimpin oleh Awaluddin Sarmidi, bersama Entech Global Singapore yang dinakhodai oleh Walden Chu.
Founder APCO Group, Awaluddin Sarmidi, menyatakan bahwa langkah ini diambil seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri jasa khusus, terutama di bidang pengendalian hama. Perusahaan patungan ini nantinya akan berbasis dan beroperasi langsung dari Kota Bogor.
CEO Entech Global Solution, Walden Chu, mengaku bangga dengan kolaborasi ini. Rekam jejak Entech yang kuat di Singapura, Malaysia, dan Filipina dinilai menjadi modal besar untuk ikut berperan serta di pasar Indonesia yang sangat potensial.
“Indonesia adalah negara dengan potensi pasar yang sangat besar. Kami memiliki frekuensi yang sama dengan APCO, yaitu memuliakan Tuhan dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Walden, Senin (21/9/2026).
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi industry pengendalian lingkungan di Indonesia, sekaligus mendorong standar layanan yang lebih tinggi melalui jaringan regional.
Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, menyambut baik langkah strategis ini. Menurutnya, masuknya investasi asing ke bank milik daerah merupakan sebuah terobosan baru yang segar.
“Kami saat ini sedang membangun sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan Kota Bogor dalam pembangunan UMKM. Dengan cara ini, ekonomi Kota Bogor akan semakin baik,” ujar Tommy.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank Kota Bogor, Dinna Fajrina, menilai penempatan dana dari perusahaan joint venture tersebut merupakan momentum yang dapat memperkuat hubungan kerja sama antara dunia usaha internasional dan perekonomian daerah.
“Momentum kerja sama bilateral antarnegara seperti ini mendorong Bank Kota Bogor untuk mengambil peran penting sebagai mitra dalam pengembangan usaha para pebisnis. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran investasi dan kerja sama lintas negara dapat menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor,” ujar Dinna.
Dinna menegaskan bahwa Bank Kota Bogor ingin terus memperluas perannya sebagai mitra bisnis bagi seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha. Untuk itu, Bank Kota Bogor membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pelaku UMKM, perusahaan nasional, perusahaan asing, komunitas, institusi, maupun stakeholders lainnya.
“Kami ingin membawa Bank Kota Bogor menjadi mitra bisnis seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kami terbuka untuk membangun kerja sama dengan semua stakeholders. Bagi kami, semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk menciptakan manfaat dan pertumbuhan ekonomi bersama,” tambah Dinna.
Menurut Dinna, kehadiran investor asing di Kota Bogor tidak hanya berkaitan dengan penempatan dana, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya berbagai peluang baru bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penempatan dana, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha, mendorong pengembangan UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bogor,” katanya.
Kehadiran PT Entech Apco Environmental di Kota Bogor diharapkan menjadi berkah yang membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor usaha mikro dan kecil, serta tumbuhnya peluang-peluang usaha baru.
Dengan dukungan Bank Kota Bogor sebagai lembaga keuangan milik daerah, sinergi ini diharapkan dapat mempertemukan potensi investasi, kebutuhan dunia usaha, dan peluang pengembangan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat posisi Kota Bogor sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi dan investasi.

