Berita  

PT RPN Melalui Pusat Penelitian Teh dan Kina dan Asosiasi Teh Indonesia Gelar Webinar: Strategi Adaptasi dan Mitigasi El Nino untuk Perkuat Ketahanan Industri Teh Nasional

Indonesia-Channel, BANDUNG – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) bekerja sama dengan Asosiasi Teh Indonesia (ATI) telah menyelenggarakan webinar bertajuk “Ketahanan Industri Teh Menghadapi El Nino: Strategi Terpadu Adaptasi dan Mitigasi untuk Perkebunan Teh” secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan sektor teh nasional dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan akan kembali memengaruhi berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, dan defisit air yang dapat berdampak pada produktivitas serta kualitas tanaman teh.

Sebagai salah satu komoditas perkebunan strategis nasional, teh memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, ekspor, serta mata pencaharian jutaan masyarakat yang terlibat di sepanjang rantai nilai industri teh. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang berbasis data, pengalaman lapangan, dan hasil penelitian untuk meminimalkan dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan industri ini.

Webinar ini dihadiri oleh kementerian dan lembaga pemerintah, dinas provinsi dan kabupaten/kota, perusahaan perkebunan negara dan swasta, asosiasi, akademisi, lembaga penelitian, kelompok tani, NGO, media massa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan industri teh nasional.

Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Iman Yani Harahap dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kembali webinar yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri teh nasional.

“Tentu saja kami menyambut gembira kembali PPTK melaksanakan webinar ini. Melalui webinar ini, kami berharap seluruh pihak dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran sehingga mampu memperkuat kesiapan sektor teh dalam menghadapi tantangan iklim ke depan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia, Dede Kusdiman menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan industri teh nasional.

“Dengan komitmen bersama untuk menjaga industri teh nasional, kita perlu memahami bahwa fenomena El Nino berpotensi menurunkan produktivitas perkebunan teh. Melalui webinar ini, saya berharap para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai dampak El Nino serta berbagai strategi mitigasi dan adaptasi guna menjaga produktivitas dan daya saing teh Indonesia,” Ungkapnya.

Untuk memberikan perspektif yang komprehensif, webinar ini menghadirkan narasumber dari unsur regulator, praktisi industri, dan lembaga penelitian.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Kepala Deputi Bidang Klimatologi BMKG, memaparkan materi mengenai “Prediksi El Nino 2026 dan Potensi Dampaknya terhadap Perkebunan Teh”.

Selanjutnya, Irwan Kurniawan, General Manager PT Perkebunan Nusantara I Reg 2, membagikan pengalaman perusahaan dalam menghadapi periode kemarau panjang melalui materi “Pengalaman Menghadapi Kemarau Panjang, Dampak terhadap Produksi dan Operasional”.

Dari sisi penelitian dan pengembangan, Erdiansyah Rezamela, M.Agr., Kepala Bagian Penelitian PPTK PT RPN, menyampaikan materi mengenai “Langkah Mitigasi dalam Menghadapi El Nino di Perkebunan Teh”. Materi ini akan mengulas berbagai strategi teknis dan rekomendasi berbasis hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menjaga produktivitas tanaman teh pada kondisi cekaman kekeringan.

Sementara itu, Dr. Nuzul Hijri Darlan, Peneliti Agronomi PT RPN, memaparkan materi “Pemanfaatan Nusaklim pada Kondisi Perubahan Iklim”. Nusaklim merupakan instrumen berbasis data dan informasi iklim yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan perkebunan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan prediksi, mitigasi, dan adaptasi terhadap berbagai risiko iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.

Kehadiran para narasumber tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara informasi iklim, pengalaman operasional perkebunan, serta inovasi berbasis riset dalam membangun ketahanan industri teh nasional.

Webinar ini diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi seluruh pemangku kepentingan sektor teh Indonesia. Melalui kegiatan ini, PT RPN dan Asosiasi Teh Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan serta mendorong implementasi strategi adaptasi dan mitigasi yang lebih efektif guna menjaga keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing industri teh Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim global. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *