Indonesia-Channel, BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan kesiapannya untuk mendorong dan mengawal ketat Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut agar berjalan sesuai target.
Dukungan ini disampaikan Fetty mengingat urgensi penanganan sampah di Kota Bogor yang kian krusial, seiring dengan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang terus menyusut.
Menurutnya, PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan warga Kota Hujan.
“Sebagai perwakilan masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor, saya berkomitmen penuh untuk mengawal proyek PSEL ini. Sampah adalah persoalan mendesak, dan PSEL ini adalah lompatan besar untuk mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat,” ungkap Fetty yang juga anggota Komisi V DPRD Jawa Barat.
Fetty menjelaskan, sebagai anggota DPRD Jawa Barat, dirinya akan mengambil peran aktif dalam menjembatani komunikasi koordinatif antara Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak ada kendala regulasi maupun penganggaran yang dapat menghambat jalannya proyek.
Rencana pembangunan PSEL yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, saat ini tengah memasuki tahapan lelang di tingkat pusat.
Lurah Kayumanis, Johan mengungkapkan bahwa saat ini proyek PSEL masih dalam tahapan menunggu progres pemenang lelang yang didanai melalui Danantara dari pemerintah pusat. Tim dari pusat pun diketahui telah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi riil di wilayah.
“Kalau sekarang, PSEL itu sebenarnya masih menunggu progres pemenang lelang dari pemerintah pusat melalui Danantara. Targetnya (pemenang lelang) harusnya di akhir bulan depan,” ujarnya.
Menanggapi dinamika dan isu-isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat, Johan memastikan bahwa secara umum kondisi di wilayah Kayumanis tetap kondusif. Pihak kelurahan juga bergerak cepat melakukan antisipasi agar rumor-rumor negatif tidak menyebar luas, terutama di media sosial.
“Kalau pemerintah sendiri, siap. Kita menunggu kondisi di wilayah dan insyaallah kondisi wilayah kondusif. Kemarin kami lakukan sosialisasi sifatnya untuk mencegah jangan sampai rumor negatif menyebar luas di media sosial, padahal prosesnya memang belum sampai ke sana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Johan menerangkan bahwa kejelasan teknis dan dampak lingkungan dari proyek PSEL ini nantinya akan terjawab secara transparan dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dalam proses tersebut, masyarakat sekitar akan dilibatkan secara langsung.
“Masyarakat nanti bisa mengerti karena kita juga menunggu sosialisasi resmi saat proses Amdal dibuat. Dampak lingkungannya seperti apa nanti ikut disertakan masyarakat, agar kesimpangsiuran informasi bisa terjawab di sana,” imbuhnya.
Mengingat PSEL merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengatasi darurat sampah, Johan mengimbau warga Kayumanis untuk memberikan dukungan dan menyikapi setiap perbedaan pandangan secara bijak.
“Harapan saya kepada masyarakat, mohon dukungannya karena program ini diperuntukkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Kalaupun nanti ada permasalahan atau perbedaan pendapat, yuk kita sama-sama selesaikan dengan kepala dingin bersama pemerintah,” pungkasnya. (Red)











