BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau hasil perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) milik keluarga Jumarliah di Kampung Kepatihan RT 05 RW 01, Kelurahan Kebon Kalapa, Minggu (28/6/2026). Rumah yang sebelumnya terdampak longsor itu diperbaiki melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) AXA Financial Indonesia-Blue Dragon Agency.
Dedie mengatakan masih banyak rumah warga yang mengalami kerusakan, namun belum bisa diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena berbagai keterbatasan. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi solusi untuk membantu masyarakat.
“Hari ini saya mengunjungi dua titik. Yang pertama di Babakan Pasar, banyak rumah warga yang tidak bisa diintervensi APBD. Begitu juga yang sekarang di Kebon Kalapa, rumah ini terdampak longsor tetapi tidak bisa diintervensi oleh APBD,” kata Dedie.
Ia menjelaskan, di kawasan Babakan Pasar bantuan perbaikan rumah diberikan melalui CSR Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan di Kebon Kalapa penanganan rumah longsor dilakukan oleh AXA Financial Indonesia melalui Blue Dragon Agency.
“Di Babakan Pasar kita mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 250 unit, termasuk di Sukasari. Sementara di sini longsornya ditangani oleh AXA Blue Dragon. Ini bentuk kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan pihak swasta,” ujarnya.
Dedie berharap semakin banyak perusahaan yang menyalurkan program CSR untuk membantu warga yang rumahnya belum dapat diperbaiki menggunakan anggaran pemerintah.
“Ke depan harapannya rumah-rumah yang belum bisa diintervensi pemerintah kota juga dapat dibantu pihak ketiga melalui CSR. Ini contoh yang sangat baik. Terima kasih untuk AXA Blue Dragon dan juga Yayasan Buddha Tzu Chi,” ucapnya.
Sementara itu, Independent Wealth Advisor AXA Financial Indonesia sekaligus pimpinan Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) Blue Dragon Agency, Dinna Fajrina, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
Menurutnya, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi rumah yang rusak akibat longsor dan dinilai membahayakan penghuninya.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai mitra pemerintah dari sektor swasta. Saat mendapat informasi ada rumah longsor dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan, kami tergerak untuk segera membangunnya hingga menjadi layak huni seperti sekarang,” kata Dinna.
Ia mengungkapkan proses pembangunan rumah tersebut berlangsung cepat, yakni hanya dalam waktu 10 hari.
“Hanya 10 hari pengerjaannya. Minggu lalu sebenarnya sudah selesai, dan hari ini kita bersama-sama melihat hasilnya,” ujarnya.
Dinna menambahkan, Blue Dragon Agency berkomitmen melanjutkan kegiatan sosial melalui program CSR. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana membantu pembangunan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan kami masih bisa membantu lebih banyak lagi. Yang paling dekat rencananya ada perbaikan Posyandu dan PAUD agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.











