Indonesia-Channel, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah se-Kota Bogor untuk aktif melibatkan Karang Taruna (Katar) di wilayah masing-masing. Keterlibatan organisasi kepemudaan ini dinilai krusial untuk membantu validasi data, menyisir anak putus sekolah, hingga menangani berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput.
Hal tersebut ditegaskan Jenal saat menghadiri kegiatan Orientasi Kepemimpinan dan Kaderisasi Karang Taruna di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Minggu (5/7).
“Katar ini mitra strategis. Mereka adalah lembaga yang secara legitimasi diakui dan justru membantu percepatan program pemerintah, khususnya spesialisasi bidang kesejahteraan atau permasalahan sosial di tingkat masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa JM tersebut.
Dalam kesempatan itu, politisi Partai Gerindra ini memberikan tugas khusus kepada kader Katar untuk melakukan aksi “jemput bola” terhadap anak putus sekolah serta warga yang masih menganggur berdasarkan data dinas terkait. Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data kemiskinan dan pendidikan di lapangan.
“Kita ingin menggugurkan mindset atau paradigma putus sekolah terbesar itu di mana, coba kita jemput bola. Apakah memang data dan faktanya ini sesuai dengan di lapangan atau tidak,” tuturnya.
JM mengungkapkan, upaya Camat dan Lurah dalam dua minggu terakhir baru berhasil menjaring sekitar 900 anak untuk kembali disekolahkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Guna mengakselerasi capaian tersebut, ia memberikan tantangan kepada Katar untuk bergerak cepat hingga ke tingkat RT/RW.
“Saya berikan tugas tantangan dua minggu maksimal mereka turun ke lapangan mendata anak-anak putus sekolah. Kita salurkan langsung ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan gratis biayanya,” tegas JM.

Lebih lanjut, JM menjelaskan bahwa keterlibatan aktif Katar sangat dibutuhkan untuk merealisasikan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang mengusung slogan Bogor Beres, Bogor Maju, dengan pilar Lancar, Sejahtera, dan Cerdas. Pemkot pun membebaskan Katar untuk memilih bidang prioritas yang ingin dikawal.
“Ke depan kita minta Camat dan Lurah untuk jangan menutup diri terhadap Karang Taruna di semua grassroot. Malah justru harus bersinergi dan bekerja sama, karena Katar hadir sebagai anak kandung yang mendukung program percepatan visi-misi Pemkot Bogor,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nadzarulloh atau yang akrab disapa Kevin menyatakan bahwa orientasi kepemimpinan dan kaderisasi ini menjadi bekal utama untuk mencetak kader yang militan dan berjiwa sosial tinggi.
“Karang Taruna harus jadi motor penggerak pemuda. Lewat kaderisasi ini kita siapkan pemimpin yang paham organisasi, peka terhadap masalah warga, dan siap berkolaborasi serta bersinergi dengan Pemkot Bogor,” kata Kevin.
Ia menambahkan, kegiatan yang memuat materi wawasan kebangsaan, manajemen organisasi, kepemimpinan, hingga digitalisasi ini merupakan salah satu program kerja utama Katar Kota Bogor di tahun 2026.
“Saya meminta kepada seluruh anggota Katar di Kota Bogor untuk terus menunjukkan eksistensi kiprahnya dalam membantu masyarakat dan bekerja sama dengan Pemkot Bogor,” pungkasnya. (Red)











