BOGOR – Wali Kota Bogor yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor, Dedie A Rachim menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kota Bogor yang digelar di Aula Bale Rakyat DPRD Kota Bogor, Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan itu, Dedie menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
Menurut Dedie, Muscab menjadi momentum memilih formatur kepengurusan DPC PAN di enam kecamatan agar organisasi semakin solid dan mampu memperkuat basis dukungan masyarakat.
“Ini dalam rangka pemilihan formatur DPC PAN Kota Bogor. Masing-masing kecamatan harus mulai menyusun kepengurusan DPC yang lebih solid lagi dari sebelumnya,” kata Dedie kepada wartawan.
Ia menilai konsolidasi partai menjadi semakin penting di tengah munculnya wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Karena itu, seluruh partai politik harus mulai memperkuat jaringan hingga tingkat akar rumput.
“Tantangan ke depan luar biasa. Apalagi ada wacana pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD. Semua partai harus mempersiapkan diri, memperkuat jaringan, dan menambah jumlah kursi,” ujarnya.
Dedie juga berharap kader PAN tetap menjadi bagian penting dalam kepemimpinan Kota Bogor pada masa mendatang. Menurutnya, setelah dua periode kepemimpinan yang diisi kader PAN, kesinambungan tersebut perlu dijaga.
“Harapannya ke depan, siapa pun wali kotanya, kader PAN tetap bisa mewarnai dan melanjutkan kepemimpinan di Kota Bogor,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Dedie turut memaparkan pentingnya dukungan politik terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan DPRD akan mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan.
“Pembangunan itu berproses. Dukungan DPRD sangat penting. Kalau partai semakin solid, apalagi dalam koalisi, tentu kebijakan dan penganggaran akan lebih mudah dijalankan,” katanya.
Saat ditanya target politik PAN di Kota Bogor, Dedie berharap jumlah kursi partai berlambang matahari itu di DPRD dapat meningkat signifikan.
“Kalau memungkinkan tentu lebih dari sekarang. Sekarang lima kursi, ke depan sepuluh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Muscab DPC PAN Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah, mengatakan Muscab kali ini menetapkan ketua DPC PAN untuk seluruh kecamatan berdasarkan rekomendasi Tim 10 yang dibentuk DPD PAN Kota Bogor.
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka. Dari 50 orang yang mendaftar, sebanyak 38 mengembalikan formulir, kemudian 35 peserta dinyatakan lolos verifikasi dan wawancara sebelum diajukan ke DPW PAN Jawa Barat.
“Kami membuat Tim 10 yang menilai secara objektif. Kami mencari tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang loyal terhadap PAN, sekaligus menghadirkan wajah-wajah baru yang siap bekerja untuk partai,” ujar Zakiyatul.
Menurutnya, hanya satu ketua DPC lama yang kembali dipercaya memimpin. Selebihnya merupakan kader baru maupun pengurus yang sebelumnya menjabat sekretaris.
“Ada yang bertahan satu orang. Selebihnya ada yang naik dari sekretaris menjadi ketua dan ada juga wajah-wajah baru,” katanya.
Zakiyatul menambahkan, pembentukan kepengurusan baru merupakan bagian dari strategi PAN menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat jaringan hingga tingkat paling bawah.
“Kami ingin menghidupkan kembali simpul-simpul lama sekaligus membangun simpul baru di tingkat grassroot agar PAN semakin dekat dengan masyarakat. Target kami pada Pemilu 2029 bisa meraih 10 kursi DPRD Kota Bogor,” pungkasnya.











